1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. 21 Perguruan Tinggi Swasta Di Sumut Terancam Ditutup, Kenapa?

Kategori

21 Perguruan Tinggi Swasta Di Sumut Terancam Ditutup, Kenapa?

21 Perguruan Tinggi Swasta Di Sumut Terancam Ditutup, Kenapa?

Rating: 0.0 - out of 5stars
05 Oktober 2017 0 Komentar
Penulis:

Tahun lalu, karena terindikasi sakit, sebanyak 103 kampus ditutup. Kampus tersebut merupakan perguruan tinggi swasta (PTS) yang berlokasi di seluruh wilayah Kemenristekdikti dan Kementerian Agama. Tahun inipun, diperkirakan ada beberapa PTS yang akan ditutup lantaran bermasalah, dan berlokasi di Sumatera Utara.

Menurut Koordinator Kopertis Wilayah I Sumatera Utara, Prof Dian Armanto, setidaknya ada 21 perguruan tinggi swasta yang bermasalah terkait kelengkapan persyaratan, dan diberikan tenggat waktu untuk melakukan perbaikan hingga Desember 2017. Jika tidak ada perubahan sama sekali, maka PTS di Sumut ini terancam ditutup.

“Jika, batas waktu yang telah ditentukan itu, tidak juga dapat dipenuhi oleh puluhan kampus swasta tersebut, maka akan direkomendasikan kepada Kemristekdikti melalui Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti segera ditutup,” kata Prof Dian di Medan, Rabu (4/10/2017).

Baca: Hanya 20 Persen Fakultas Kedokteran Indonesia Terakreditasi A, Sisanya?

Menurut dia, pembinaan yang diberikan Kopertis Wilayah I Sumut terhadap perguruan tinggi swasta tersebut sudah merupakan tahap kedua. Tahap pertama diberi waktu selama enam bulan dan tampaknya tidak juga mengalami perubahan signifikan.

Ia menyebutkan, penambahan waktu pembinaan pada tahap kedua ini, adalah berdasarkan permintaan dari yayasan PTS tersebut, dan Kopertis mengabulkannya.

Namun, Kopertis hingga saat ini berharap kepada PTS yang mendapat peringatan dari Dikti itu, dapat melakukan perbaikan sesuai dengan saran diberikan institusi pendidikan tersebut.

“PTS tersebut, harus tetap memenuhi persyaratan dan ketentuan yang telah diberikan oleh Kemristekdikti,” ucapnya.

Prof Armanto menjelaskan ditemukannya 21 perguruan tinggi swasta tidak memenuhi ketentuan itu, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Kopertis terhadap 264 PTS beroperasi di Sumut.

Hasilnya adalah ke-21 PTS tersebut jumlah mahasiswanya tidak mencukupi, rasio dosen tetap tidak tercapai, tidak ada gedung dan prasarana yang memadai, izin bermasalah, konflik pimpinan yayasan/pimpinan perguruan tinggi dan tidak rutin memberikan laporan.

Baca: Empat Kampus Ini Dikenai Sanksi Administratif Dari Dikti, Apa Alasannya?

Puluhan PTS itu, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Swadaya Medan, Politeknik Tugu 45 Medan, Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia, Politeknik Trijaya Krama, Sekolah Tinggi Bahasa Asing Swadaya Medan, Akademi Keuangan Perbankan Swadaya Medan dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Medan.

Kemudian, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Medan (Amikom), Politeknik Yanada, Akademi Kebidanan Eunice Rajawali Binjai, Politeknik Profesional Mandiri, AMIK STIEKOM, STIH Benteng Huraba, Sekolah Tinggi Pertanian Benteng Huraba, Akademi Kebidanan Hisarma, Akademi Keperawatan Hisarma, Universitas Setia Budi Mandiri, dan Akademi Keperawatan Teladan Bahagia.

Selain itu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STI-Kes) Sumut, Universitas Al Wasliyah (Univa) Medan, dan Univa Labuhan Batu.

“PTS yang bermasalah tersebut, harus secepatnya menyelesaikan kewajiban dan pelanggaran yang dilakukan, jika tidak tuntas akan diusulkan kepada Kemristekdikti untuk ditutup,” katanya.

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews
linecolor

    






Artikel Terkait