1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. Di UNNES, Maba Wajib Pakai Seragam

Kategori

Di UNNES, Maba Wajib Pakai Seragam

Di UNNES, Maba Wajib Pakai Seragam

Rating: 0.0 - out of 5stars
18 Oktober 2016 0 Komentar
Penulis:

Mulai hari Senin, 17 Oktober 2016 lalu, pihak Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengumumkan terkait wajib berseragam bagi mahasiswa baru 2016. Wajib berseragam ini tertuang di dalam peraturan nomor 30 tahun 2016 yang disahkan langsung oleh Rektor Unnes, Fathur Rokhman. Peraturan yang terbilang tak biasa ini tentunya menuai pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Bagaimana menurut kamu?

Dalam peraturan tersebut diungkapkan bahwa “Pakaian mempunyai fungsi untuk menunjukkan identitas dan pendidikan karakter mahasiswa,” demikian bunyi pasal 2 peraturan tersebut.

Pada pasal 3 menyebutkan pakaian yang harus dikenakan mahasiswa sesuai dengan hari. Tiap Senin, mahasiswa laki-laki dan perempuan wajib mengenakan baju putih dan celana atau rok panjang berwarna gelap yang rapi.

Lolos SM UNNES? Ini Langkah Selanjutnya!

 

Adapun tiap Selasa – Kamis, mahasiswa wajib mengenakan baju batik. Nah, pada akhir pekan, Jumat – Sabtu, mahasiswa diperbolehkan mengenakan pakaian bebas, namun diharuskan tetap mengenakan pakaian sopan dan rapi. Hal ini lantaran UNNES merupakan kampus calon para pendidik, yang menganjurkan calon lulusannya memiliki karakter diri yang baik, yang diciptakan mulai dari cara berpakaian keseharian.

Dalam peraturan ini juga dicantumkan beberapa catatan, antara lain model pakaian batik atau lurik disesuaikan dengan prinsip sopan, rapi, dan estetis. Jadi, kamu mahasiswa baru UNNES tak bisa mengenakan pakaian asal-asalan yang jauh dari kata rapi dan sopan ya! Namun, terkait sanksi apa yang akan didapat jika tidak mematuhi peraturan ini belum kami temukan. Apakah tidak dapat mengikuti kuliah, praktek atau lainnya?

Pemberlakuan pakaian seragam itu sontak diprotes mahasiswa melalui poster dan spanduk. Bunyi poster itu di antaranya, “Kami bukan tentara, jadi jangan menghendaki kami sama dan menuruti seperti kucing angora”, “Kami angkatan 2016 menolak seragamisasi”, “Kami bukan hewan, jadi jangan seragamkan, kami manusia”.

Rencananya pada hari ini, para mahasiswa tersebut akan menggelar audiensi dengan rektorat. “Seragamisasi adalah simbol perbudakan,” kata aktivis mahasiswa Unnes, Rama Tantowijaya, Senin, 17 Oktober 2016.

Sebenarnya, rencana wajib seragam di UNNES sudah mencuat beberapa tahun silam. Seragam pun sudah dikenakan para mahasiswa setiap hari Senin, dan batik setiap hari Kamis. Khususnya untuk mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang memang mengenakan seragam hitam putih setiap harinya.

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

linecolor

    






Artikel Terkait