1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. Jaga Kebhinekaan, Ribuan Mahasiswa se-Indonesia Gelar Jambore

Kategori

Jaga Kebhinekaan, Ribuan Mahasiswa se-Indonesia Gelar Jambore

Jaga Kebhinekaan, Ribuan Mahasiswa se-Indonesia Gelar Jambore

Rating: 0.0 - out of 5stars
06 Februari 2017 0 Komentar
Penulis:

Sebanyak 3.000 mahasiswa dari 500 kampus se-Indonesia menggelar Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia di Cibubur, Jakarta Timur, acara berlangsung pada 4-6 Februari 2017. Jambore dimaksudkan untuk menyamakan persepsi mengenai kebhinekaan di Indonesia dan peneguhan komitmen untuk menjaga dan menjalankan ideologi Pancasila.

Ketua Panitia Jambore Nasional, Septian dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, mengungkapkan saat ini ada ancaman terhadap NKRI, ideologi Pancasila, dan kebhinekaan.

“Situasi bangsa ini jadi terpecah. Padahal pendiri bangsa ini kan terdiri dari berbagai suku, agama, dan asal usul lainnya,” kata Septian di Jakarta. Kamis (2/2)

Baca Juga : Jumlah PTN dan PTS di Indonesia Capai Angka 4.350

Menurut Septian, kegiatan jambore ini bukanlah kegiatan politik, tetapi berangkat dari keprihatinan atas situasi yang ada saat ini. Sangat disayangkan kalau energi dan potensi anak bangsa habis untuk memikirkan masalah SARA yang harusnya sudah dituntaskan oleh pendiri bangsa. Dalam jambore nanti, ditambahkan Septian, peserta akan melakukan kajian ilmiah tentang Pancasila, NKRI serta kebhinekaan yang hasilnya bisa disampaikan kepada publik dan pemerintah.

Sedangkan Wakil Ketua Panitia Pelaksana Jambore, Egi Hendrawan dari Universitas Pakuan Bogor, Jawa Barat. Menyatakan, manusia tidak bisa mengintervensi sang Pencipta untuk menjadi suku tertentu.

Baca Juga : Indonesia Bakal Punya Universitas Islam Internasional Lho!

“Kita tidak pernah bisa menolak apa yang Tuhan inginkan. Apakah jadi orang China, Batak, Jawa, Dayak dan sebagainya, kita tak bisa mengintervensi apapun. Kita harus bisa menerima dan menghargai apapun yang ada, kita melihat ada pihak tertentu yang ingin mengganti Pancasila, menolak kebhinekaan di NKRI. Di situ kita harus memainkan peran. Mahasiswa harus menjadi pelindung bagi korban SARA,” tegasnya.” tegas Egi Hendrawan.

Sejak Oktober 2016 lalu, kata Egi Hendrawan, mahasiswa sudah berinisiatif membentuk posko relawan penjaga NKRI di Universitas Mpu Tantular, Jakarta. Hingga saat ini setidaknya posko tersebut sudah terbentuk di 100 kampus di seluruh Indonesia.

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

linecolor

    






Artikel Terkait