1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. Jokowi: Perlu Adanya Revisi UU Pendidikan Agar Perguruan Tinggi Luar Negeri Buka Di Indonesia

Kategori

Jokowi: Perlu Adanya Revisi UU Pendidikan Agar Perguruan Tinggi Luar Negeri Buka Di Indonesia

Jokowi: Perlu Adanya Revisi UU Pendidikan Agar Perguruan Tinggi Luar Negeri Buka Di Indonesia

Rating: 1 - out of 5stars
21 November 2017 0 Komentar
Penulis:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas mengenai Pendidikan Vokasi dan Implementasinya, menyampaikan bahwa perlu adanya revisi Undang-undang Pendidikan, agar perguruan tinggi luar negeri dapat membuka atau mendirikan kampus di Indonesia. Di acara yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11) siang ini, Jokowi didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Bapak Jokowi mengingatkan, pada tahun 2030 nanti diperlukan tambahan 58 juta tenaga terampil untuk menjadikan ekonomi kita bisa masuk pada peringkat tujuh dunia. Jika saat ini fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur, menurut Presiden, pada tahapan besar kedua akan masuk kepada pembangunan sumber daya manusia.


Terkait hal itu, beliau berharap pendidikan kita yang sudah lebih dari 30 tahun tidak ada perubahan-perubahan yang sangat mendasar, dapat berbenah mengikuti zaman. Ia menunjuk contoh, di universitas misalnya, lebih dari 30 tahun, Fakultas Ekonomi jurusannya itu-itu saja, yaitu akuntansi, ekonomi perusahaan, atau ekonomi pembangunan.

“Sudah, enggak pernah berubah dari itu,” ujar Presiden Jokowi.

Padahal, lanjut Presiden, dunia sudah berubah begitu sangat cepatnya. Ia mempertanyakan kenapa tidak ada yang berani mendirikan fakultas digital ekonomi, yang jurusannya toko online, misalnya. Demikian juga jurusan mengenai ritel manajemen, logistik manajemen.

Baca: Jokowi Dorong Undip Punya Jurusan Toko Online Hingga Meme

“Enggak ada saya lihat, 30 tahun kita seperti ini terus. Padahal dunia betul-betul sudah sangat berubah sekali. Inilah saya kira terobosan yang harus kita lakukan,” ucap Presiden Jokowi.

Untuk itu, kompetisi persaingan antar universitas, agar ada pembanding-pembanding yang baik, Presiden menginginkan agar ada universitas dari luar negeri yang bisa mendirikan entah politeknik, entah universitas di Indonesia.

“Biar kita memiliki pembanding, baik dari sisi manajemen, dari sisi kurikulum, dan yang lain-lainnya. Tanpa itu kita tidak akan mempunyai pembanding yang baik. Apakah kita ini sudah benar atau belum benar,” terang Presiden.

Dalam Rapat Terbatas ini, Presiden juga mengundang Nadiem Makarim, CEO dan pendiri Go Jek Indonesia, serta Adamas Belva Syah, CEO Ruangguru, untuk memberikan pandangan-pandangan apa yang diperlukan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang sangat cepat ini.

Baca: Jokowi Hadiri Dies Natalis Unpad, Ini Pesan-pesan Beliau!

Tampak hadir dalam Rapat Terbatas itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menristekdikti M. Nasir, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menhub Budi K. Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Sumber: http://setkab.go.id/

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews
Loading...
linecolor

    






Artikel Terkait