1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. Kampanye Jaminan Kesehatan Bagi Mahasiswa, BPJS Kesehatan Datangi Kampus-kampus

Kategori

Kampanye Jaminan Kesehatan Bagi Mahasiswa, BPJS Kesehatan Datangi Kampus-kampus

Kampanye Jaminan Kesehatan Bagi Mahasiswa, BPJS Kesehatan Datangi Kampus-kampus

Rating: 1 - out of 5stars
21 September 2017 0 Komentar
Penulis:

Sebagai langkah untuk mengkampanyekan pentingnya jaminan kesehatan bagi mahasiswa, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan datangi kampus-kampus negeri maupun swasta di tanah air. BPJS Kesehatan menargetkan akan ada sekitar 2.1 juta mahasiswa menjadi anggota program JKN-KIS hingga 2019. Melalui kegiatan “BPJS Kesehatan Goes to Campus”, pada tahun ini ada 22 perguruan tinggi negeri dan 28 swasta yang mahasiswanya sudah mengantongi KIS.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta, Andayani Budi Lestari mengatakan, BPJS Kesehatan Goes to Campus akan maraton mendatangi 9 perguruan tinggi. Sembilan kampus tersebut yakni Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, serta Universitas Sebelas Maret.


Kegiatan tersebut ditargetkan kepada mahasiswa karena periode usia remaja merupakan masa yang paling rentan dan memiliki risiko yang cukup besar terpengaruh lingkungan. Faktanya, penyakit katastropik seperti stroke, gagal ginjal, penyakit jantung, hipertensi, dan sebagainya, tidak hanya terjadi pada orang dewasa, melainkan juga pada anak-anak dan remaja akibat kurang olahraga dan pola makan tidak sehat yang menyebabkan obesitas. Oleh karena itu, promosi pola hidup sehat kepada generasi muda harus dilakukan sejak dini, sehingga diharapkan para generasi muda dapat terhindar dari risiko penyakit katastropik.

Baca: 18 Institusi Indonesia Dan Taiwan Jalin Kerjasama Di Bidang Pendidikan Kesehatan

“Total biaya penyakit katastropik pada rentang waktu 2014 – 2016 mencapai Rp 36,3 triliun atau 28% dari total biaya pelayanan kesehatan rujukan. Peringkat biaya teratas diduduki oleh hipertensi dengan jumlah biaya Rp 12,1 triliun, disusul dengan diabetes mellitus sebesar Rp 9,2 triliun, penyakit jantung koroner sebesar Rp 7,9 triliun, dan gagal ginjal kronis sebesar Rp 6,8 triliun,” kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta Andayani Budi Lestari dalam acara Konferensi Pers bertema BPJS Kesehatan Goes to Campus yang diselenggarakan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Selasa (19/09).

Ia menjelaskan, selain edukasi tentang pola hidup sehat, kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus juga diharapkan dapat meningkatkan rasa kepedulian. Utamanya kerelaan membantu sesama terutama dalam hal pelaksanaan program jaminan kesehatan di Indonesia.

“Mari kita bayangkan. Jika satu orang peserta harus melakukan operasi jantung dengan biaya Rp 150 juta, maka biayanya ditanggung oleh iuran 5.882 peserta kelas 3 yang sehat. Karena bersifat gotong royong itulah, setiap peserta wajib membayar iuran bulanan tepat waktu. Kalau hanya peserta yang sakit saja yang membayar iuran dan tidak membayar iuran lagi ketika sudah sehat, dari mana kita bisa membayar biaya pelayanan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan?” kata Andayani.

Baca: 22 FKG Universitas Ini Gelar Layanan Periksa Gigi Gratis Hingga November 2017, Simak Jadwalnya!

Hingga 15 September 2017, total anggota JKN-KIS mencapai lebih dari 181 juta. Ia mengatakan, hingga Agustus 2017, mahasiswa yang menjadi anggota BPJS Kesehatan sebanyak 7.799 jiwa dari PTN dan 5.195 jiwa dari PTS.

“Mahasiswa adalah kalangan berpendidikan yang dapat menjadi panutan dan calon pemimpin bangsa. Oleh karena itu, kami berharap ke depannya mahasiswa dapat mengedukasi masyarakat agar paham arti penting hidup sehat. Juga menularkan semangat gotong royong untuk menyukseskan program JKN-KIS,” katanya.

Loading...
linecolor

    






Artikel Terkait