1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. Lewat Si Dedi, Mahasiswa UNY Ini Berusaha Menekan Angka Depresi dan Bunuh Diri di Indonesia

Kategori

Lewat Si Dedi, Mahasiswa UNY Ini Berusaha Menekan Angka Depresi dan Bunuh Diri di Indonesia

Lewat Si Dedi, Mahasiswa UNY Ini Berusaha Menekan Angka Depresi dan Bunuh Diri di Indonesia

Rating: 1 - out of 5stars
14 Mei 2018 0 Komentar
Penulis:

Pada tanggal 3-5 April 2018 lalu, Studec International dengan MaGIC (Malaysian Global Inovation & Creativity Centre) menggelar acara Global Ideapreneur Week 2018. Dalam kesempatan kali ini, seorang mahasisawa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Antonius Ian Bayu Setiawan berhasil menorehkan prestasi. Hal ini berkat ide cemerlangnya dalam menciptakan prototype aplikasi Si Dedi.

Baca: Publik Heboh Ketika Peserta SBMPTN Melahirkan Saat Ujian Berlangsung

Mahasiswa BK FIP UNY ini meraih juara kedua dari 40 finalis yang tergabung dalam kompetisi start-up ini. Bayu berhasil menciptakan sebuah prototype aplikasi bernama Si Dedi (Aplikasi Pencegah Depresi dan Bunuh Diri) untuk mencegah merebaknya depresi dan bunuh diri di Indonesia.

Berbagai Fitur yang Ditanamkan pada Prototype Si Dedi

Berawal dari ide penciptaan bimbingan dan konseling berbasis digital, lahirlah prototype aplikasi Si Dedi. Nantinya, para pengguna dapat memanfaatkan berbagai fitur andalan dari aplikasi ini. Misalnya, memanfaatkan fitur writing expression untuk  menulis masalah sehari-hari.

Dari sini, kita bisa menjadikan Si Dedi layaknya sebuah buku harian untuk menuliskan permasalahan. Pengguna juga bisa memanfaatkan fitur connecting untuk mencari konselor yang ada di sekitarmu.

Ke depannya, Bayu juga akan mengandeng mahasiswa seni musik UNY untuk menciptakan musik relaksasi. Dengan adanya musik relaksasi ini, pengguna dapat mendengarkan musik untuk terapi. Bahkan, kita bisa belajar banyak dari tokoh pewayangan Indonesia yang turut ditanamkan pada aplikasi ini.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan bisa mengurangi tingkat depresi dan bunuh diri di Indonesia. Pasalnya, angka depresi dan bunuh diri terus meningkat tiap tahunnya.

Hal ini diperparah dengan adanya rasa takut dan khawatir masyarakat untuk datang ke psikolog maupun psikiater. Sehingga media konseling digital ini bisa jadi solusi untuk mengantisipasi angka bunuh diri di Indonesia.

Baca: Mahasiswa UNAIR Menang dalam Kompetisi Desain Logo ASEAN+3UNet Tingkat Internasional

Berkat Si Dedi, Bayu berhasil menjadi peringkat kedua dan mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar RM 1.000 dan medali. Semoga saja aplikasi ini bisa benar-benar direalisasikan dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Sumber: Uny.ac.id

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews
Loading...
linecolor

    






Artikel Terkait