1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. Mahasiswa Indonesia Raih Gelar Sarjana Tercepat di NTU Singapura

Kategori

Mahasiswa Indonesia Raih Gelar Sarjana Tercepat di NTU Singapura

Mahasiswa Indonesia Raih Gelar Sarjana Tercepat di NTU Singapura

Rating: 1 - out of 5stars
23 September 2016 0 Komentar
Penulis:

Dewi Suryana, gadis asal Pontianak ini berhasil meraih gelar Sarjana Teknik tercepat di Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Siapa sangka mahasiswa Indonesia ini berhasil meraih gelar prestige di universitas favorit Asia.

Dewi mampu menyelesaikan studi dengan predikat terbaik First Class Honours dari jurusan Teknik Material, pada 30 Juni 2016. Tak lebih dari tiga tahun, Dewi mampu meraih gelar sarjana tersebut padahal kebanyakan mahasiswa umumnya menyelesaikan studi selama empat tahun. Hebat!

Usia 12 Tahun, Anak Asal Indonesia Ini Raih Beasiswa S1 di Kanada

 

 

Singkat cerita, di tiap semester Dewi mampu menyelesaikan 27 Satuan Kredit Semester (SKS). Tak khayal jika dia mampu menyelesaikan studi lebih cepat. Hasil tiap mata kuliah juga terbilang memuaskan, jadi dia bisa mendapatkan jumlah SKS lebih per semesternya. Di dua semester pertamanya, Dewi mampu menekuni 10 modul kuliah per semester dan semuanya tuntas dengan baik.

Gadis kelahiran 9 September 1995 memang terlihat bertalenta sedari kecil. Bahkan pendidikan ditempuhnya dengan bantuan beasiswa. Adapun beasiswa yang didapatnya selama SMP diberikan oleh Kepala Sekolah SMP Immanuel Martin Teopilus. Lanjut ke masa SMA, dirinya kembali memperoleh beasiswa di kelas bergengsi Brilliant Class di SMAK Penabur Gading Serpong. Kelas ini diperuntukkan bagi anak-anak berbakat yang dinilai memiliki kemampuan di atas rata-rata di bidang ilmu pengetahuan alam.

Rafidah, Usia 17 Tahun Sandang Gelar Sarjana Kedokteran

 

Saat sekolah pun, Dewi berhasil meraih beragam juara baik nasional maupun internasional. Salah satunya yakni menjadi wakil Indonesia di dua lomba sains internasional saat duduk di bangku SMP. Kemudian, meraih medali perak di International Junior Science Olympiad (IJSO) di Baku, Azerbaijan, tahun 2009. Lalu memboyong medali perak dari kejuaraan bergengsi International Chemistry Olympiad (ICHO) di Washington DC, Amerika Serikat, tahun 2012.

Perjuangannya tak sia-sia, kerja kerasnya kini membuahkan hasil. Mimpinya untuk cepat lulus perguruan tinggi terwujud. Hal ini dikarenakan dirinya ingin segera terjun ke dunia kerja agar mampu meringankan beban kedua orang tuanya. Dimana kedua orang tuanya lah yang menjadi motivasi terbesarnya hingga saat ini.

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

linecolor

    






Artikel Terkait