1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. Prodi Teknik Lingkungan UII Raih Akreditasi Internasional Dari ABET

Kategori

Prodi Teknik Lingkungan UII Raih Akreditasi Internasional Dari ABET

Prodi Teknik Lingkungan UII Raih Akreditasi Internasional Dari ABET

Rating: 1 - out of 5stars
25 September 2017 0 Komentar
Penulis:

Meski usianya baru menginjak 18 tahun, program studi (prodi) Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII) berhasil meraih akreditasi internasional. Akreditasi ini diraih dari Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET). Selain ABET, Teknik Lingkungan UII juga telah memperoleh akreditasi A dari BAN-PT sejak tahun 2011, dan akreditasi Laboratorium Kualitas Lingkungan FTSP UII oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk penerapan ISO/IEC 17025 sejak tahun 2010.

Melalui pencapaian akreditasi internasional dari ABET, menjadikan prodi Teknik Lingkungan UII sebagai PTS satu-satunya yang meraih akreditasi dari lembaga yang berkantor pusat di Amerika Serikat tersebut. Secara simbolis raihan akreditasi ditandai dengan penyerahan sertfikat oleh Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., LLM., MHum., PhD. kepada Ketua Program Studi Teknik Lingkungan UII, Hudori, ST., MT. pada Jumat (22/9), di Auditorium FTSP UII. Turut hadir dan menyaksikan perwakilan dari Kopertis Wilayah V, Wakil Rektor I UII, Dr.-Ing. Ir. Fadjar Maharika, IAI. MA. dan Dekan FTSP UII, Dr. Ing. Ir. Widodo Brontowiyono, M.Sc.

Baca: Menristekdikti Targetkan 3.500 Perguruan Tinggi Terakreditasi Di Tahun 2019

Nandang Sutrisno menyampaikan bahwa prestasi Program Studi Teknik Lingkungan ini turut melengkapi capaian akreditasi internasional Program Studi yang ada di FTSP UII sebelumnya. Seperti Program Studi Teknik Sipil meraih akreditasi internasional dari Japan Accreditation Board for Engineering Education (JABEE) dan Program Studi dan Profesi Arsitektur dari Korean Architectural Accrediting Board (KAAB).

Nandang Sutrisno menjelaskan pada dasarnya ABET merupakan lembaga akreditasi internasional yang mengakreditasi perguruan tinggi untuk program studi di bidang applied and natural science, computing, engineering dan engineering technology. ABET sejauh ini telah mengakreditasi 3.709 program pada 752 perguruan tinggi di 30 negara.

Nandang Sutrisno menambahkan, beberapa program studi di lingkungan UII saat ini juga sedang menyiapkan untuk mendapatkan akreditasi internasional. Hal ini tentunya sesuai dengan komitmen UII untuk menuju world class university.

“Selain akreditasi internasional, saat ini banyak sekali prestasi di level internasional yang berhasil di raih oleh para dosen dan mahasiswa,” tuturnya.

Baca: Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jadi Satu-satunya Yang Terakreditasi A Di NTB

Namun demikian, Nandang Sutrisno berpesan agar upaya yang dilakukan tidak hanya berhenti setelah diperolehnya akreditasi internasional tersebut. Menurutnya bukan sekedar dokumen pengakuan akreditasi yang diperoleh, melainkan bukti dari raihan tersebut. Ia berharap ke depan semakin banyak karya ilmiah para dosen UII di SCOPUS.

Perolehan akreditasi internasional dari ABET menurut Widodo Brontowiyono menunjukkan bahwa kualitas pendidikan yang diselenggarakan Teknik Lingkungan UII sudah setara dengan pendidikan di perguruan tinggi maju di luar negeri. Akreditasi ABET ini menjamin Teknik Lingkungan UII telah memenuhi standar untuk menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia keteknikan yang unggul di bidang inovasi dan teknologi maju serta antisipatif terhadap isu kesejahteraan dan keselamatan masyarakat.

Sementara disampaikan Hudori selaku Ketua Program Studi Teknik Lingkungan UII, dengan visi untuk mewujudkan program studi yang Rahmatan Lil’alamin dan Unggul pada Bidang Rekayasa Lingkungan di Tingkat ASEAN, maka Teknik Lingkungan UII terus berusaha untuk berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikannya. Rencana pengembangan selanjutnya adalah akan didirikannya program magister dan program profesi teknik lingkungan. “Hal ini untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja di bidang teknik lingkungan yang masih terbuka lebar di Indonesia,” ungkapnya.

Baca: Universitas Pertamina Raih Akreditasi CLIP Pertama di Asia

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews
linecolor

    






Artikel Terkait