1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. UGM Kirim Mahasiswa KKN Tangani Penderita Gizi Buruk Asmat

Kategori

UGM Kirim Mahasiswa KKN Tangani Penderita Gizi Buruk Asmat

UGM Kirim Mahasiswa KKN Tangani Penderita Gizi Buruk Asmat

Rating: 1 - out of 5stars
16 Maret 2018 0 Komentar
Penulis:

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) menepati janjinya dengan mengirimkan kelompok KKN mahasiswa program kuliah kerja nyata (KKN) untuk membantu penanggulangan penderita gizi buruk pada April atau Maret tahun ini ke Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Prof Irfan Dwidya Prijambada di Gedung Direktorat PKM, Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis, mengatakan segera mengirimkan mahasiswa KKN ke Asmat rencananya akan dilakukan secara berkesinambungan .

“Rencananya kita akan rutin mengirim tim KKN selama 3-5 tahun berturut-turut ke sana,” kata Irfan seusai pelepasan mahasiswa KKN UGM Peduli Bencana.

Baca : Sempat Dilarang, Bulan Depan Kuliah Jarak Jauh Diwajibkan

Kelompok mahasiswa KKN yang akan dikirimkan ke Asmat terdiri dari 10 mahasiswi dan 2 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK), Geografi, dan Ekonomi. Berbeda dengan tim Disaster Respons Unit (Deru) UGM yang memberikan bantuan secara responsif, tim KKN Peduli Bencana (PB) UGM bertugas menginisiasi program promosi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat lewat sektor edukasi, ekonomi, dan lingkungan.

Program ini memiliki potensi berkelanjutan dan bisa diikuti masyarakat setempat, mahasiswa KKN yang dikirim ke Asmat merupakan hasil seleksi dari 45 orang mahasiswa yang sudah mendaftar untuk bergabung dalam tim. Namun begitu, berdasarkan hasil seleksi kesehatan dan psikotes akhirnya terpilih 12 orang yang kesepuluh orangnya merupakan wanita. Menurut Irfan, pengiriman mahasiswa tidak sekadar membantu penanggulangan bencana semata, namun rencananya akan dilakukan pengiriman mahasiswa KKN untuk program pemberdayaan masyarakat di bidang lainnya.

Baca : Delegasi UI Memboyong 4 Penghargaan pada Event Internasional di Singapura

“Kita tidak bisa menyelesaikan persoalan dalam waktu singkat, apalagi waktu KKN hanya 2 bulan sehingga perlu dilakukan berkelanjutan hingga nantinya masyarakat dirasakan bisa berkesempatan hidup secara mandiri, meski beberapa lokasi ada yang cukup jauh untuk dijangkau, saya berharap kalian bisa berbuat lebih banyak untuk warga di sana” tutur Irfan kepada mahasiswa.

Pekerjaan mahasiswa KKN tidak lah ringan karena nantinya mereka akan mengunjungi beberapa distrik yang letaknya cukup jauh dan terisolir dengan minimnya sarana transportasi. Irfan pun berharap para mahasiswa agar bisa saling bahu membahu sebagai tim serta menjaga stamina kesehatan selama berada di lokasi. Dosen Pembimbing Lapangan Fadli Kasim menjelaskan ada tiga program utama yang akan dilakukan oleh mahasiswa KKN, yakni peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat, pendidikan sosial dan budaya serta edukasi kesehatan masyarakat.

Source : ugm.ac.id

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews
Loading...
linecolor

    






Artikel Terkait