1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. UIN Raden Intan Gelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional

Kategori

UIN Raden Intan Gelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional

UIN Raden Intan Gelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional

Rating: 0.0 - out of 5stars
23 Oktober 2017 0 Komentar
Penulis:

Senin, 23 Oktober 2017, UIN Raden Intan Lampung gelar apel peringatan Hari Santri Nasional. Apel ini diselenggarakan di halaman Rektorat UIN Raden Intan.

Ada yang menarik dari pelaksanaan apel hari ini, yakni busana yang dikenakan oleh peserta apel. Para peserta laki-laki mengenakan baju kokoh putih dengan sarung serta berkopiah hitam. Sedangkan perempuan mengenakan baju dan kerudung putih.

Apel ini merupakan wujud rasa syukur sivitas akademika UIN Raden Intan terhadap penetapan Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober tiga tahun lalu. Penetepan tersebut sebagai apresiasi Negara terhadap peran santri dan ulama dalam proses kemerdekaan bangsa Indonesia.

Ditetapkannya 22 Oktober sebagai HSN dikarenakan bertepatan dengan resolusi jihad dari KH. Hasyim Asy’ari, kepada kaum santri dalam perjuangannya melawan penjajah.

Baca: Tingkatkan Mutu, 18 PT Ikuti Pelatihan Pendidikan Lewat Akreditasi AUN QA

“Penetapan tersebut (Hari Santri) merupakan pengakuan dan penghargaan terhadap kontribusi santri yang sangat signifikan untuk mempertahankan dan merebut kemerdekaan. Ini harus menjadi kesadaran kita bersama,” ungkap Rektor UIN Raden Intan Prof. Dr. Moh. Mukri, M.Ag saat menyampaikan amanat pada apel tersebut.

Menurutnya, meski tidak semua peserta apel pernah tinggal di pondok pesantren, tetapi kita semua sebagai muslim Indonesia adalah santri. “Jadi muslim yang memahami kultur-kultur yang hidup di Indonesia. Oleh karena itu, santri itu tidak mudah diadu domba. Tidak mudah diprovokasi. Karena ada orang Islam tapi tidak merasakan Indonesia,” kata Rektor.

Prof. Mukri menambahkan, Islam Indonesia saat ini Islam yang paling diterima karena dapat berdampingan dengan paham-paham yang berbeda bahkan dengan agama-agama dan kultur yang berbeda. “Hari kita dapat melihat di Timur Tengah tiada hari tanpa letupan bom. Bahkan Arab Saudi meletuskan bom di Yaman. Dan Alhamdulillah di Indonesia tidak terjadi hal seperti itu,” ungkapnya.

Apel ini juga untuk mendoakan para ulama, santri, dan pejuang kemerdeaan Indonesia yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Di samping itu, doa juga dipanjatkan untuk bangsa ini agar tentram, aman dan sejahtera.

Baca: Biaya Kuliah 0% Bagi Penghafal Al-Quran di Kampus Ini

Diakhir sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa ia memiliki rencana untuk warga kampus UIN mengenakan pakaian ala santri tersebut setiap bulan sekali.

“Saya sedang memikirkan, kita mengenakan kopiah, baju kokoh dan sarung sebagai distingsi (pembeda) dengan perguruan tinggi lainnya. Ini juga merupakan karakter kita (UIN). Cuma jika nanti diturunkan sebagai aturan, harus disepakati bersama dulu, agar keputusan tersebut nantinya berdasarkan dari kesepakatan bersama,” pungkasnya.

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews
linecolor

    






Artikel Terkait