Mahasiswa Universitas Terbaik

Dina Chaerani

THE BEST STUDENT OF THE MONTH January 2018

Universitas Negeri Jakarta
Jakarta, 27 Jan 1996
Jurusan Fakultas Bahasa dan Seni / Pendidikan Bahasa Jerman
Tahun Masuk 2013
[email protected]
https://dinachaeranisinaga.wordpress.com/
+6285718162xxx


Short Bio (Personal Lifestyle)

Dina is bright and eloquent, speaks English, German, and absolutely Indonesia and has high ambitions. She was one of a number of young people from Indonesia chosen to go to New York for the UN Youth Assembly for the International Day of the Girl in 2013. And got an unforgettable chance to meet Secretary General of UN, Mr. Ban Ki Moon and the most fabulous super model in education, Malala Yousafzai. She was selected as Indonesian Youth Delegate in Millennium Development Goals (MDGs) United Nations Post 2015 in 2013 that was held in Bali as well. She sees herself as a role model for other girls – and hopes to be President one day. She is working at International NGO, Plan International as Project Manager for Girls and Technology, including the sector or Gender Equality and ITC. She is also currently being a President of Youth Coalition for Girls, a movement to strive for Indonesian girls to be equal and fulfilling their rights. She believes that ‘We all have a responsibility to listen to what young people are saying and take it into account”.

Organisasi/UKM

  1. President of Youth Coalition for Girls (YCG)
  2. Founder of Gerakan Lapor Yuk!
  3. Vice President of ASEAN Youth Leaders’ Association – Indonesia
  4. Secretariat at ASEAN Entrepreneurs Foundation
  5. Youth Advisory Panel (YAP) Plan International Indonesia
  6. Divisi Kaderisasi BEM Fakultas Bahasa dan Seni UNJ
  7. Global Ambassador of Global Leadership Institute for ASEAN Colloquium Bangkok, Thailand.
  8. Merry Riana Campus Ambassador (MRCA) Batch III

Prestasi selama perkuliahan

  1. Wisudawan Terbaik UNJ 2017.
  2. Wisudawan Berprestasi UNJ 2017.
  3. Silver Medal Winner in World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2017, Kuala Lumpur, Malaysia, May 2017.
  4. Best Invention Special Award on Education Product in World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2017, Kuala Lumpur, Malaysia, May 2017.
  5. Because I Am A Girl (BIAAG) 2.0 Movement’s Spokesperson 2017.
  6. Facilitator for One-Day-Minister (Sehari Jadi Menteri) Girls’ Leadership Plan International Indonesia in collaboration with Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) and Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
  7. Finalis Mahasiswa Berprestasi Nasional 2016
  8. Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Negeri Jakarta 2016.
  9. Fully Accredited Plan Academy Inclusive Facilitator for International Level, 2016.
  10. Global Ambassador of Global Leadership Institute for ASEAN Colloquium, UNESCAP, Bangkok, 2016.
  11. 1st Winner of Debat Pendidikan Bidik Misi Wilayah III, Bidik Misi Award 2015.
  12. Indonesian Delegate in 1AES (ASEAN Entrepreneurship Summit) in Kuala Lumpur, Malaysia, November 2015.
  13. Relawan Pengajar untuk Anak Buruh Migran in Volunteerism Teaching Indonesian Children (VTIC) Cycle 4 in Serawak, Malaysia. Organized by VTIC Foundation and Embassy of Malaysia, 2015.
  14. Youth Facilitator for Asian Regional Office Plan International Meeting in Bangkok, 2014.
  15. Youth Panelist (giving a speech) in Ministerial Conference on Civil Registration and Vital Statistics (CRVS) in Asia and the Pacific and delivering Youth Call To Action in UNESCAP, Bangkok, 2014.
  16. Jakarta-Berlin Sister City Youth Exchange Program (JSC-YEP) to Berlin, Germany, 2014 from Ministry of Youth and Sport.
  17. 3rd Winner in National Islamic Book Fair Debate Competition, 2014.
  18. 3rd Winner in Debat Mahasiswa “Aspirasi Untuk Negeri” TvOne and BNI, 2013.
  19. The International Day of the Girl, United Nations Youth Takeover (Malala Day) Ambassador 2013, UN Headquarters, NY, USA, 2013.
  20. Anti-Bullying Ambassador, 2013.

Sekilas tentang pribadi

  1. I didn’t mean to pursue my study in UNJ, but I followed my passion

Pada awalnya saya sama sekali tidak berharap bisa masuk UNJ, apalagi jurusan yang saya tempuh, Pendidikan Bahasa Jerman. Saya sebenarnya adalah barisan patah hati yang ditolak kampus UI dan UNPAD. Ya, benar, saya tidak sungguh-sungguh ingin berkuliah di UNJ pada awalnya.

Karena orang tua saya, terlebih almarhum bapak saya yang selalu mendukung saya dan satu pesan yang beliau sampaikan dan akan selalu saya ingat adalah “selesaikan apa yang kamu sudah mulai”, saya nekat untuk melanjutkan kuliah di jurusan dan kampus yang bahkan I never wish to be there.

Menjadi pribadi yang cukup ambisius dan persistent dalam mencapai mimpi, menghantarkan saya dalam meraih IP sempurna di semester awal perkuliahan. I never learn german before, I didn’t know why I entered this campus, and so forth. Berhubung saya masuk ke dalam kategori keluarga menengah ke bawah, membuat saya sulit untuk pindah jurusan dan bahkan kampus, sebab terhalang biaya dan lebih penting lagi, saya menerima Beasiswa Bidikmisi. Sedih memang, terlebih perkuliahan yang cukup membuat saya menangis setiap hari karena materi yang sulit, saya harus beradaptasi untuk bisa berbicara dalam 3 bahasa, jerman, inggris, dan Indonesia, serta kesibukan non-akademik yang menambah beban pikiran, menjadi cambukkan besar bagi saya bahwa, “even though I am not in a right and good campus, doesn’t mean I can’t deal with the situation and be on the top!”

Kalimat di atas yang selalu menjadi pengingat saya, mengapa saya harus terus bekerja keras, tidak mengeluh, dan selalu berdoa dan meminta restu orang tua utuk kesuksesan saya. Sejak masih berkuliah hingga lulus saat ini, saya selalu menyebarkan virus positif dan tidak mudah putus asa kepada teman-teman ataupun adik-adik kelas yang masih mengenyam bangku perkuliahan, lewat postingan Instagram saya, atau ketika saya menjadi speaker di acara-acara tertentu. Saya juga ingin, seluruh orang yang mungkin merasa salah jurusan dan tidak nyaman dengan lingkungan kampusnya, tetap bisa bertahan dan percaya bahwa this is only the matters of time. Ini hanya permainan siapa yang paling kuat dan gigih saja. Saya juga ingin melihat ada Dina-Dina muda selanjutnya yang punya cerita sama dengan saya dan jauh lebih bisa berkembang ketimbang saya waktu kuliah.

  1. I am giving in and setting up my plans

Setelah saya tahu bahwa memang saya tidak menyukai jurusan saya, saya mencoba membuat planning yang berisikan kegiatan apa saja yang harus lakukan, mimpi apa yang harus saya kejar, konferensi dan lomba apa saja yang harus saya ikuti, negara mana saja yang harus saya kunjungi, dan cita-cita lainnya. Saya melakukan hal ini karena saya tidak suka hanya belajar untuk mendapat IP yang bagus, namun tidak bisa berjejaring dengan anak muda lain yang hebat di seluruh dunia.

Hal tersebut juga saya lakukan karena saya lumayan tertekan belajar di jurusan dan harus mencari another gateaway untuk membuat diri saya kembali semangat. Sejak pertama kali saya diterima di UNJ, satu hal yang selalu saya impikan adalah bisa menginspirasi banyak orang, dan salah satunya adalah menjadi Mahasiswa Berprestasi, dan alhamdulillah, semua impian saya tercapai.

Saya percaya bahwa mimpi sangat mungkin untuk direalisasikan asalkan, kita percaya dan selalu berusaha dan berdoa. Makanya, menuliskan mimpi kita dan menjabarkannya sangat penting, karena hal ini bisa mempengaruhi alam bawah sadar kita untuk bekerja lebih keras, berdoa lebih banyak, dan berbuat baik kepada sesama.

  1. Always be grateful and make your parent as your best friend.

Almarhum bapak saya adalah laki-laki terbaik dan sahabat saya. Beliau menemani saya kemanapun saya ingin beraktivitas (bahkan semasa kuliah beliau selalu mengantar dan menjemput saya, karena kebetulan beliau tidak kerja kantoran. Beliau hanya seorang pedagang klontong) dan mendukung apapun hal yang saya inginkan. Beliau tidak pernah melarang saya dan bahkan tidak pernah marah kepada saya. Saya belajar banyak dari beliau.

Saya selalu bercerita apapun hal yang terjadi di kampus, di organisasi, dll kepada beliau. Hal ini penting dilakukan oleh teman-teman, sebab, orang tua juga ingin ikut serta dalam perkembangan anaknya, jadi jangan sekali-kali membentak atau marah ketika orang tua kita bertanya apa saja yang kita lakukan. Ceritakan pelan-pelan kepada mereka, karena mungkin pada zamannya mereka tidak pernah merasakan apa yang kita rasakan saat ini.

  1. Be Kind to others

Saya selalu berusaha menerapkan bahwa kita harus bersikap baik, kepada siapapun, meskipun kita tidak mengenal mereka. Karena, kita tidak akan pernah tau siapa yang akan menolong kita besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau bahkan saat kendaraan kita mogok di tengah jalan. Semuanya misteri. So, hitung-hitung kita tanam kebaikan dan hal positif, sehingga kita bisa memetik hasilnya nanti.

Saya juga percaya bahwa ketika saya menjadi Mahasiswa Berprestasi, Wisudawan Terbaik, dll, adalah jawaban dari doa-doa orang tua saya, dan orang baik yang mungkin saya pernah tolong.

  1. Which achievement I am proud the most

Selama saya menjadi mahasiswa, saya selalu berusaha melakukan hal yang terbaik, karena saya sadar bahwa belum banyak mahasiswa di kampus ini yang tergerak hatinya untuk membawa perubahan. Saya selalu merasa senang apabila bisa membawa nama baik kampus, karena saya juga ingin membalas budi baik atas beasiswa yang diberikan kepada saya.

Menjadi perwakilan Indonesia untuk hadir ke PBB dan bertemu langsung dengan Malala dan Sekjen PBB saat itu, Ban Ki Moon, selalu menjadi hal luar biasa yang tidak pernah akan saya lupakan. Di sana, saya berpidato pada hari anak perempuan internasional dan menceritakan fakta yang terjadi tentang Pendidikan bagi anak perempuan di Indonesia yang masih sangat minim dan buruk akan fasilitas. Saya tidak pernah terbayang sebelumya bisa berdiri dan menyampaikan pendapat saya di depan lebih dari 1000 orang dari seluruh dunia dan mereka memberikan tepuk tangan yang meriah untuk seorang anak yang besar dan tumbuh di keluarga sederhana di pinggiran Jakarta.

I believe each of us has its own ability and we could make our dreams come true. We just need to work so hard, pray more often, and be kind to others, and always do what we passionate about.

Passion saya sejak masih SMA adalah gender equality and women empowerment. Saya tidak pernah merubah passion saya, karena sebenarnya yang perlu dicari oleh anak muda Indonesia saat ini adalah passion, bukan sekedar kesempatan. Pesan saya, jangan jadi kutu loncat yang tidak tau mau apa karena tidak pernah kenal dengan passionnya. Tapi, jadilah anak muda yang tau tujuan dan cita-citanya, yang paham apa saja yang perlu dilakukan olehnya, dan FOKUS!



Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews