Mahasiswa Universitas Terbaik

Slamet Setioboro
   THE BEST STUDENT OF THE MONTH August 2016

Universitas Islam Sultan Agung
Kolaka, 21 Oct 1993
Jurusan Teknik/Teknik sipil (2012) dan FAI/Sejarah Peradaban Islam (2014)
Tahun Masuk 2012
Slamet.setioboro@std.unissula.ac.id
082328544xxx


Short Bio:

Terlahir dari keluarga sederhana yang mengajarkan kemandirian dan kerja keras membentuk saya menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah menghadapi setiap masalah dan kesulitan. Meskipun ayah dan ibu tidak terlahir dari dunia pendidikan (pendidikan tertinggi SD kelas 2), tetapi saya selalu percaya bahwa ayah dan ibu terlahir dari kekayaan intelektual yang tinggi. Sehingga dari beliau saya belajar bahwa ilmu dan belajar bisa datang dari siapapun dan dari sisi manapun, dengannya pula saya belajar untuk tidak pernah membatasi diri akan sesuatu hal yang baik untuk dilakukan.

Secara singkat ada 3 rangkaian kata yang dapat menggambarkan kepribadian slamet setioboro : Kemandirian, Kerja Keras dan Obsesi untuk terus mencoba banyak hal.

Motto Hidup:

Berpijak pada Kemandirian dan kerja keras untuk hari Esok yang lebih Baik.

Prestasi selama perkuliahan:

  1. Peringkat Pertama Mahasiswa Berprestasi Kopertis VI Jawa Tengah (April 2016)
  2. Peringkat Pertama Mahasiswa Berprestasi UNISSULA SEMARANG (Desember 2015)
  3. Peringkat Pertama International Floating Building Competition (November 2015)
  4. Peringkat Pertama Dekan CUP-Futsal (Novemver 2015)
  5. Exchange Program (Rotterdam University-UNISSULA) on Minor International Cooperation and Sustainable Development (september 2014)
  6. International Student Speaker on International Young Scholar Conference (Januari 2016)
  7. Selected Paper on 4th International conference on Sustainable of Development 2016 in Roma-Italy (september 2016)
  8. Penerima Hibah PKM penelitian Dikti (2015)
  9. Penerima Hibah PKM GT Dikti (2015)
  10. Publikasi Buku Motivasi “Menggapai Impian Setinggi Langit” (2014)
  11. Penerima Beasiswa Cerdas Sultraku 2012 untuk JurusanTeknik Sipil-sekarang
  12. Penerima Beasiswa DoubleDegree YBWSA 2014 untuk jurusan Sejarah Peradaban Islam

Melihat potensi yang cukup besar ada pada Slamet Setioboro, kami pun mengajukan beberapa pertanyaan:

Mengapa memilih UNISSULA?

Sebenarnya, saat itu,2012, saya diterima oleh 3 kampus sekaligus, diantaranya saya memilih UNISSULA. Banyak pertimbangan yang dilakukan untuk memutuskan UNISSULA sebagai pilihan. Di samping faktor Beasiswa Cerdas Sultraku 2012, saya melihat bahwa UNISSULA merupakan salah satu Universitas Swasta yang berkelas dunia dengan banyaknya jaringan international yang UNISSSULA miliki.

Di sisi lain, dengan Budaya Akademi Islam (BUDAI), budaya teknologi Cyber serta budaya berbahasa Asing sebagai motor penggerak dalam melakukan setiap aktivitas kampus tentu akan memberikan bekal yang luar biasa  komplit untuk mengarungi dunia persaingan yang lebih kompetitif selepas menanggalkan jabatan sebagai mahasiswa s1 Unissula.  Sehingga dengan banyaknya keunggulan tersebut, saya meyakini akan dapat mengembangkan dan mengeksplorasi kemampuan  yang ada dalam diri.

Jurusan apa yang ditempuh?

Saat ini, saya menempuh dua jurusan sekaligus di Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Di tahun 2012, saya menerima beasiswa cerdas Sultraku 2012 untuk menempuh kuliah strata 1 di jurusan Teknik Sipil. Kemudian, tahun 2014, saya berhasil diterima sebagai penerima beasiswa Double Degree Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (Yayasan Pendiri UNISSULA) untuk menempuh jurusan Sejarah Peradaban Islam.

Mengapa melakukan studi masa S1 dua jurusan?

Karena Tidak Alasan untuk Menolak melakukan hal yang baik secara bersamaan. Itu yang saya yakini. Jika bisa melakukan banyak hal positif secara bersamaan kenapa tidak. Jika kita melihat sejarah cendekiawan muslim masa silam, hampir keseluruhan dari beliau tidak membatasi diri untuk  mempelajari banyak hal. Hal ini sebagai upaya untuk menambah khasanah pengetahuan yang kita miliki. Dengan demikian, saya berharap, nantinya apa yang saya dapatkan dari Teknik Sipil dan SPI dapat saya ‘kawinkan’ dengan baik untuk manfaat yang besar bagi umat. Insha Allah.

Lantas, Bagaimana cara membagi konsentrasi untuk menjalani kedua jurusan?

Mengurangi waktu bermain, meskipun bermain itu penting, yang tidak terlalu penting pada saat masa-masa genting. Selalu membuat skala prioritas yang baik, mana yang harus didahulukan untuk dikerjakan dan diselasaikan. Kata kuncinya adalah manajemen diri dan waktu.

Adakah kendala yang dihadapi?

Tentu banyak kendala yang dihadapi. Namun kendala itu yang justru menarik untuk dihadapi. Deadline tugas yang tabrakan, harus membagi fokus, ujian yang bersamaan, agenda yang sering dadakan, mengurangi jatah tidur saat tugas numpuk dan banyak lagi deretan kendala yang harus diselesaikan. Namun disitulah seninya. Semakin banyak ombak yang datang maka semakin bahagia seorang pemain papan luncur dilaut.

Apa langkah yang anda tempuh hingga mendapatkan julukan “Mahasiswa Berprestasi”?

Bisa dibilang menjadi Mahasiswa Berprestasi telah saya impikan sebelum saya resmi menjadi mahasiswa. Saat sebelum jadi mahasiswa, saat berusaha mencari tahu apa sajakah hal-hal istimewa yang dapat dilakukan selama menjadi mahasiswa, dan menjadi salah satu mahasiswa berprestasi tersebut adalah hal istimewanya. Sehingga mulai awal masuk kuliah saya aktif untuk terus mengumpulkan informasi berkenaan Mawapres, bertemu alumni mawapres dan belajar dari mereka merupakan langkah efektif yang bisa dilakukan, memperbanyak pengalaman organisasi, aktif di forum di international, melakukan penelitian, aktif mengikuti ajang lomba yang ada, tergabung dalam komunitas bahasa asing, serta tentunya mempertahankan konsistensi Indeks Prestasi Komulatif. Dimana ada 5 penilaian umum dalam Mawapres, Yaitu : 1.IPK, 2. Kemampuan bahasa Asing, 3. Kemampuan penulisan Karya Ilmiah, 4. Prestasi/penghargaan/pencapaian serta 5. Personality atau kepribadian.

Apa motivasi terbesar anda?

Saya selalu berpesan kepada diri saya pribadi, bahwa jangan melakukan sesuatu hal untuk diri sendiri melainkan lakukanlah demi orang lain yang membutuhkan manfaat dari kita. Maka dari situlah semangat untuk berkarya akan selalu timbul dan timbul. Hingga saat ini, motivasi terbesar saya tentu membahagiakan ibu, ibu, ibu dan ayah serta memberikan manfaat yang  besar bagi orang lain. Selalu setiap waktu memberikan kabar baik bagi orang tua adalah target yang selalu ingin saya capai.



Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review