1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya Berkurang

Kategori

Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya Berkurang

Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya Berkurang

Rating: 1 - out of 5stars
01 Desember 2016 0 Komentar
Penulis:

Universitas Brawijaya (UB) diperkirakan akan mengurangi kuota penerimaan mahasiswa baru jenjang sarjana, tahun akademik 2017/2018. Adapun besaran pengurangan yakni sekitar 2000 mahasiswa baru juka dibandingkan tahun lalu. Walaupun kuota untuk jenjang sarjana berkurang, namun UB berencana untuk menambah kuota jenjang magister (S2) dan doctoral (S3).

“Tahun depan kuota untuk mahasiswa baru sarjana (S-1) akan kita kurangi cukup siginifikan. Dari sekitar 12.000 pada tahun lalu menjadi 10.000, namun kita akan menambah kuota untuk program magister dan doktoral,” kata Rektor UB Prof Dr Mohammad Bisri di Malang, Rabu (30/11/2016).

Baca juga: UGM Terima 6.622 Mahasiswa Baru

Menurut Bisri, hal yang mendasari adanya pengurangan kuota dikarenakan keterbatasan lahan yang dimiliki UB saat ini. Selain itu, UB ingin memaksimalkan potensi lulusan agar lebih berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Jadi, UB akan terus memperketat penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya, agar input maupun output-nya lebih berkualitas dan maksimal.

“Kita masih kalah bersaing dengan perguruan tinggi yang ada di Malaysia, Thailand maupun Singapura, kita malu karena negeri ini begitu besar dan SDM-nya juga mumpuni,” urainya. Ia menambahkan hal penting untuk UB adalah menciptakan lulusan yang berkualitas dan kompeten pada bidangnya sehingga benar-benar bisa berkontribusi secara maksimal sesuai bidangnya di kancah nasional dan internasional.

Lebih lanjut Bisri mengungkapkan, “Kami juga terus mendorong lulusan S1 ini melanjutkan ke jenjang lebih tinggi (magister),” katanya.

Saat ini, jumlah lulusan S1 yang melanjutkan ke jenjang berikutnya masih sedikit, yakni hanya sekira 5 persen, bahkan lulusan S-1 kebanyakan mengincar profesi sebagai PNS yang notabene persaingannya ketat dan peluangnya sangat kecil.

Baca juga: Kuota Bidikmisi Tahun Depan Bertambah?

Memang, ujarnya, lulusan yang memilih menjadi pegawai di perusahaan besar atau ingin menjadi seorang entrepreuner juga banyak.

“Inilah yang akan kami dorong, enterpreunernya. Lulusan seperti di Jepang pasti selalu diinden oleh perusahaan besar, sebab mereka sangat berpotensi dan ahli dibidangnya. Oleh karena itu, kami berharap lulusan kita juga bisa seperti itu dengan memaksimalkan potensi yang ada,” ujarnya.

Menyinggung komposisi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi, Bisri mengatakan, meskipun tidak sama 50 persen, paling tidak untuk jenjang S1 70 persen dan selebihnya program magister dan doktoral.

“Komposisi 70:30 sudah cukup ideal, namun untuk mencapai angka itu tidak mudah. Oleh karenanya, kami memulainya dari pengurangan kuota maba S1 dan menambah kuota program S2 maupun S3,” pungkasnya.

Pada tahun 2013, jumlah maba UB mencapai 16 ribu dan berangsur turun pada tahun 2014 menjadi 13 ribu, tahun 2015 dan 2016 turun lagi menjadi 12.000, serta 2017 menjadi 10.000.

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

linecolor

    






Artikel Terkait