1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. Asyik, Biaya Hidup Penerima Beasiswa Bidikmisi Naik!

Kategori

Asyik, Biaya Hidup Penerima Beasiswa Bidikmisi Naik!

Asyik, Biaya Hidup Penerima Beasiswa Bidikmisi Naik!

Rating: 1 - out of 5stars
16 Desember 2016 0 Komentar
Penulis:

Tahun depan pemerintah akan meningkatkan biaya hidup bagi kamu para penerima beasiswa Bantuan Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi). Kenaikan diperkirakan sebesar Rp 50.000,-. Jadi, biaya hidup yang semula sebesar Rp 600.000,- naik menjadi Rp 650.000,- per bulan. Asyik!

Pernyataan akan kenaikan biaya hidup penerima beasiswa pertama kali dilontarkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Ungkapan tersebut dilontarkan saat beliau menjadi pembicara di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat, (16/12).


“Mulai 2017, biaya hidup penerima beasiswa naik Rp50.000 menjadi Rp650.000 per bulan,” ungkap Mohamad Nasir.

Kenaikan tersebut, lanjut dia, dirasakan sangat penting untuk mengimbangi laju inflasi. Untuk meningkatkan biaya hidup sebesar Rp50.000 saja, pihaknya perlu menggeser anggaran sebesar Rp800 hingga Rp900 miliar, karena jumlah penerima beasiswa yang mencapai 360.000 mahasiswa.

Adapun tujuan dari adanya kenaikan tersebut karena untuk menambah motivasi para penerima beasiswa agar senantiasa tetap semangat belajar dan meningkatkan IPK.

“Biaya hidup dari hari ke hari semakin meningkat, kami berharap jangan sampai biaya hidup habis untuk fotokopi.”

Baca juga: Kuota Bidikmisi Tahun Depan Bertambah?

Kuota Meningkat

Menariknya lagi, pemerintah juga akan menambah kuota beasiswa dari sebelumnya 75.000 menjadi 90.000 beasiswa.

“Meski tren yang terjadi saat ini yakni adanya penurunan anggaran, namun kami berjanji untuk tidak menggeser alokasi dana untuk beasiswa,” papar Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu.

Meski demikian , dia mengaku belum bisa meningkatkan kuota beasiswa untuk tiap universitasnya. Penyebabnya adalah penambahan jumlah perguruan tinggi negeri baru, yang juga memerlukan kuota beasiswa.

Sementara itu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti, Intan Ahmad, mengatakan, “Sejauh ini Bidikmisi sudah menunjukkan kualitasnya, hingga akhir 2015, sebanyak 51 persen penerima Bidikmisi mendapatkan IPK 3 hingga 3,5. Kemudian sebanyak 28 persen mendapat IPK di atas 3,5, dan 0,7 persen mendapat IPK 4.0.”

Tidak hanya itu, prestasi non akademik mahasiswa Bidikmisi juga amat membanggakan, hingga kini lebih dari lima mahasiswa Bidikmisi berhasil lolos seleksi menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional sejak tahun 2013-2016.

Beberapa di antara mahasiswa tersebut juga masuk di mahasiswa berprestasi Ayokuliah lho!

Selain itu, beberapa mahasiswa Bidikmisi juga berhasil meraih medali di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), menjuarai berbagai kompetisi kepenulisan tingkat nasional hingga internasional, mengikuti kegiatan pertukaran pelajar tingkat internasional, hingga menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai kegiatan kelas dunia di dalam dan luar negeri,” terangnya.

Dengan capaian seperti itu, menurut Intan, Bidikmisi telah berhasil menjadi salah satu katalis yang strategis dan telah banyak membantu mahasiswa Indonesia untuk secara bebas mengeksplorasi diri.

Intan berharap pemberian beasiswa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga tanggung jawab swasta dan juga alumni.

“Kami terus mendorong, agar swasta, alumni dan masyarakat untuk ikut membantu. Di beberapa perguruan tinggi sudah ada skema seperti itu,” kata Intan.

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Loading...
linecolor

    






Artikel Terkait