1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. Mahasiswa Berinvestasi, Kenapa Tidak?

Kategori

Mahasiswa Berinvestasi, Kenapa Tidak?

Mahasiswa Berinvestasi, Kenapa Tidak?

Rating: 1 - out of 5stars
22 Desember 2016 0 Komentar
Penulis:

Mahasiswa memang memiliki tugas utama belajar, tapi kalau bisa sekalian sambil berinvestasi? Mengapa tidak. Toh sembari belajar di kampus, mahasiswa bisa mengunakan waktu luangnya di luar kampus untuk sekalian belajar berinvestasi.

Hal senada juga diungkapkan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia). BEI bahkan meminta mahasiswa agar lebih melek pasar modal. Dalam acara peresmian Galeri Investasi ke-37 oleh MNC Securities, Senior Vice Presiden Head of Investor Development Bursa Efek Indonesia (BEI) Irmawati Amran hadir menjadi pembicara tema pasar modal di Universitas Langlangbuana (Unla), Kota Bandung.

Galeri Investasi BEI didirikan supaya mahasiswa yang seringkali mengembang amanat agent of change bisa turut berkontribusi memberikan perubahan untuk masyarakat, dari yang semula masyarakat konsumtif menjadi masyarakat yang melek investasi.

Baca juga: ITB dan Universitas Trilogi Jalin Kerjasama Tridharma Perguruan Tinggi

Ini bukan tanpa alasan, menurut data dari OJK, dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia, hanya 4% nya saja yang mengerti pasar modal. Sementara yang menjadi pelaku investasi di pasar modal ada sekitar 530.000 saja.

Bila upaya untuk membuat masyarakat lebih melek akan pasar modal ini dilakukan sendirian oleh BEI, tentu akan menjadi kerja yang sulit dan berat. Oleh karenanya, diperlukan pihak lain untuk membantu mempercepat proses edukasi tersebut.

BEI beranggapan mahasiswa adalah pihak yang tepat untuk dijadikan partner dalam upaya edukasi kepada masyarakat luas akan pasar modal. Untuk sekarang ini ada banyak sarana yang mudah dijangkau masyarakat bila ingin belajar pasar modal.

‘Jadi kalau dulu hanya bisa belajar teori pasar modal di kelas, sekarang dengan adanya galeri investasi, adik-adik bisa menjadi investor saham,’ terang Irmawati kepada para mahasiswa dalam peluncuran galeri investasi.

Kalau dulu untuk berinvestasi orang harus mengeluarkan dana minimal 10 juta untuk beli saham, maka dengan adanya galeri investasi tersebut, mahasiswa bisa memiliki rekening saham hanya dengan modal 100ribu rupiah. Jadi, hanya dengan modal 100ribu, mahasiswa sudah bisa menjadi investor dan langsung belajar berinvestasi langsung dengan praktik terjun ke lapangan.

Baca juga: Asyik, Biaya Hidup Penerima Beasiswa Bidikmisi Naik!

Ada banyak sekali perusahaan terbuka dimana kita bisa menjadi investor di dalamnya. Kita bisa turut andil menjadi pemilik saham Telkom, Indofood, BRI, Mandiri dan ratusan perusahaan terkenal lainnya. Dengan menjadi pemilik saham, kita juga berperan sebagai investor dalam perusahaan-perusahaan multinasional, daripada sekedar menjadi pemakai produk perusahaan-perusahaan tersebut.

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

linecolor

    






Artikel Terkait