1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berita Kampus
  4. Pemenang Nobel Fisiologi dan Kedokteran Beri Kuliah Umum di UI

Kategori

Pemenang Nobel Fisiologi dan Kedokteran Beri Kuliah Umum di UI

Pemenang Nobel Fisiologi dan Kedokteran Beri Kuliah Umum di UI

Rating: 1 - out of 5stars
09 Februari 2017 0 Komentar
Penulis:

Kehadiran Pemenang Nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran 1993 Sir Richard J. Roberts Memacu Gairah Riset Inovasi di kalangan civitas kampus Universitas Indonesia (UI). Roberts yang hadir khusus di Balairung Kampus UI Depok memberikan kuliah umum dengan tema “Why You Should Love Bacteria”, Roberts dihadirkan dalam rangkaian The 6th ASEAN Bridges Event Series di Indonesia.

UI menjadi salah satu dari 14 universitas di Indonesia yang disambangi tujuh pemenang Nobel perdamaian bidang fisika, kimia dan kedokteran dalam rangkaian acara tersebut. Wakil Rektor III Bidang Riset dan Inovasi UI, Prof Rosari Saleh mengatakan, kehadiran Roberts di kampus Universitas Indonesia memberikan semangat baru dan memacu gairah riset dan inovasi kalangan civitas academica.

Baca Juga : UI Kenalkan Produk Kecantikan “Belimbing Island”

Roberts merupakan Direktur Riset New England Biolabs di Massachusetts, Amerika Serikat yang dianugerahi Nobel bersama Phillip Allen Sharp pada tahun 1993, untuk penemuan intron dan mRNA splicing atau mekanisme penyambungan gen.

“Suatu kehormatan bagi kami bisa mendengar pemaparan pemikiran ahli bidang kimia yang mengaplikasikan ilmunya di dalam bidang biologi molekular yang sudah menghasilkan penemuan luar biasa yang berguna untuk kemanusiaan,” kata Rosari dalam keterangan pers di Depok, Rabu, (8/2/2017).

Rosari berharap, sosok Roberts bisa menjadi satu inspirasi bagi mahasiswa dan dosen untuk lebih mengabdikan hasil riset dan inovasi untuk kemanusiaan. Menurutnya, antara dunia riset, inovasi, dan publik adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.

Baca Juga : Tongkat “Sakti” Hasil Karya Mahasiswa UI

“Karena sejatinya pengabdian sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari pencapaian akademis dan banyaknya publikasi ilmiah yang terindeks jurnal internasional, namun terlebih dari sejauh mana universitas bisa berguna untuk orang banyak,” ucapnya.

Selain itu, Roberts juga memberikan pembelajaran penting tentang bagaimana menjalankan riset secara optimal yang menjadi kunci transformasi universitas 3G yang sedang dijalankan Universitas Indonesia. Transformasi dari pola universitas generasi 2G yang hanya terfokus pada riset dan pendidikan menjadi universitas yang lebih mengedepankan kolaborasi interdisiplin dan bagaimana “menghidupi” riset berfungsi sosial dari pengembangan riset dalam dunia bisnis.

“Optimalisasi riset adalah kunci utama untuk bisa bertransformasi dari universitas generasi kedua menjadi universitas generasi ketiga,” ujar Rosari.

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

linecolor

    






Artikel Terkait